Selasa, 25 September 2012

(hidrosefalus)


HIDROCEFALUS
1. Pengertian
1.      Hidrocefalus adalah berlebihnya produksi cairan serebro spinal dalam susunan ventrikel dan atau dalam ruang subarakhnoid.
2.      Hidrocefalus adalah suatu keadaan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan serebro spinal dengan atau tekanan intrakranial meninggi  sehingga terdapat pelebaran ruang tempat mengalirnya cairan serebro spinal(Darsono 2005).
3.      Pelebaran ventrikuer ini akibat ketidak seimbangan antara produksi dan absorbsi cairan serebrospinal,Hidrosepalus selalu bersifat sekunder sebagai akibat penyakit atau kerusakan otak,adanya kelainan-kelainan tersebut menyebabkan kepala menjadi besar serta terjadi pelebaran sutura-sutura dan ubun-ubun(DeVito et al,2007)
2. Sejarah penyakit
Kita mengenal “Hydrocephalus” sebagai suatu kelainan yang biasanya terjadi pada bayi, dan ditandai dengan membesarnya kepala melebihi ukuran normal. Dalam keadaan normal, tubuh memproduksi cairan otak (Cairan Serebro Spinal = CSS) dalam jumlah tertentu, untuk kemudian didistribusikan dalam ruang-ruang ventrikel otak, sampai akhirnya diserap kembali. Dalam keadaan dimana terdapat ketidakseimbangan antara produksi dan penyerapan kembali, terjadi penumpukan cairan otak di ventrikel.

3. Penyebab
Hydrosephalus dapat disebabkan oleh kelebihan atau tidak cukupnya penyerapan CSF pada otak atau obstruksi yang muncul mengganggu sirkulasi CSF di sistim ventrikuler. Kondisi diatas pada bayi dikuti oleh pembesaran kepala. Obstruksi pada lintasan yang sempit (Framina Monro, Aquaductus Sylvius, Foramina Mengindie dan luschka ) pada ventrikuler menyebabkan hidrocephalus yang disebut : Noncomunicating (Internal Hidricephalus)

Obstruksi biasanya terjadi pada ductus silvius di antara ventrikel ke III dan IV yang diakibatkan perkembangan yang salah, infeksi atau tumor sehingga CSF tidak dapat bersirkulasi dari sistim ventrikuler ke sirkulasi subarahcnoid dimana secara normal akan diserap ke dalam pembuluh darah sehingga menyebabkan ventrikel lateral dan ke III membesar dan terjadi kenaikan ICP.

Type lain dari hidrocephalus disebut : Communcating (Eksternal Hidrocephalus) dimana sirkulasi cairan dari sistim ventrikuler keruang subarahcnoid tidak terhalangi, ini mungkin disebabkan karena kesalahan absorbsi cairan oleh sirkulasi vena. Type hidrocephalus terlihat bersama – sama dengan malformasi cerebrospinal sebelumnya.

penyebab lain dari hidrocepalus,yaitu:
1.    Kelainan bawaan
a.      Stenosis Akuaduktus Sylvii
b.      Spina bifida dan kranium bifida
Berhubungan dengan sindrom Arnold-Chiari akibat tertariknya medula spinalis dengan medula oblongata dan serebelum dimana letaknya lebih rendah dari foramen magnum.
c.       Sindrom Dandy-Walker
Atresia kongenital foramen luscha dan mangendie dengan akibat hidrocepalus obstruktif dengan pelebaran sistem ventrikel.
d.      Kista Arakhnoid
Dapat terjadi secara kongenital atau oleh karena trauma sekunder atau karena suatu hematom.
e.      Anomali pembuluh darah
2.      Infeksi
Akibat dari infeksi dapat terjadi perlekatan meningen sehingga dapat terjadi obliterasi ruang subarakhnoid.
3.      Neoplasma
Hidrocefalus oleh obstruksi mekanis yang dapat terjadi disetiap tempat aliran cairan serebrospinal.
4.      Perdarahan
Terjadi perdarahan dalam otak sebelum atau sesudah lahir yang dapat menyebabkan fibrosis leptomeningen terutama pada daerah basal otak.

4. Klasifikasi
Klasifikasi Hidrosefalus tergantung pada faktor yang berkaitan dengannya,berdasarkan:
    1. Gambaran klinis: Hidrosefalus Manifes (Overt hydrocephalus) dan Hirosefalus tersembunyi (Occult Hydrocephalus)
    2. Waktu pembentukan : Hidrosefalus kongenital dan Akuisita
    3. Proses terbentuknya : Akut dan Kronis
    4. Sirkulasi CSS : Komunikans dan non komunikans
Hidrosephalus pada anak atau bayi pada dasarnya dapat di bagi dua ;
a.      Kongenital
Merupakan Hidrosephalus yang sudah diderita sejak bayi dilahirkan, sehingga ;
·         Pada saat lahir keadaan otak bayi terbentuk kecil
·         Terdesak oleh banyaknya cairan didalam kepala dan tingginya tekanan intrakranial sehingga pertumbuhan sel otak terganggu.
b.      Di dapat
Bayi atau anak mengalaminya pada saat sudah besar, dengan penyebabnya adalah penyakit – penyakit tertentu misalnya trauma, TBC yang menyerang otak dimana pengobatannya tidak tuntas.
5. Tanda dan Gejala

1.    Ukuran kepala membesar
2.      Fontanel dan sutura melebar
3.      Dahi menonjol
4.      Sunset eyes
5.      Strabismus
6.      Irritable
7.      Letargi
8.      High pitched cry
9.      Kegagalan tumbuh
10.  Penurunan fungsi motorik

6. Gambaran Kinik
a.    pembesaran tengkorak (Biasanya terjadi pada bayi)
b.    Muntah
c.    Nyeri kepala
d.     Ubun-ubun besar melebar
e.     Cracked spot sign
f.     Bola mata terdorong kebawah dan memberikan efek sunset appearance
g.    Pergerakan bola mata yang tidak teratur
h.     Gangguan kesadaran
i.      Kejang
j.      Gangguan pusat vital


7. Patofisiologi

 









 













8. Penatalaksanaan
1.      Medik
Ada tiga prinsip pengobatan hidrocefalus
a.      Mengurangi produksi cairan serebrospinal dengan merusak sebagian pleksus koroidalis.
b.      Memperbaiki hubungan antara tempat produksi cairan serebrospinal dengan tempat absorpsi (ventrikulosisternostomi).
c.       Pengeluaran cairan serebrospinal dengan tehnik drainase (holter valve)
2.      Keperawatan
Pasien hidrocefalus  memerlukan perawatan khusus karena adanya kerusakan saraf yang menimbulkan gangguan kesadaran, pada keadaan lanjut bisa menyebabkan gangguan fungsi vital.
a.      Gangguan neurologis
Dalam keadaan kejang pasien diberikan cairan infus dextrose 5% atau 10% dan NaCl 0,9%. Pemberian makanan dilakukan dengan pemasangan sonde, sedangkan pemberian minuman dapat dilakukan dengan menggunakan dot atau sendok secara bergantian.
b.      Risiko dekubitus
Karena ukuran kepala membesar, maka pergerakan kepala terbatas yang menyebabkan posisi kepala tidak berubah atau susah untuk dirubah maka dipertimbangkan pemberian bantal lembut dan memperhatikan agar kulit kepala tetap kering. Buatkan bantal yang berbentuk cincin . apabila kepala sudah mulai memerah maka harus lebih sering dirubah.
c.       Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai penyakit
Orang tua diberi penjelasan bahwa penyakit ini susah untuk sembuh dan pengobatannya sangat sukar untuk sembuh. Perlu juga dijelaskan bahwa kemungkinan akan terjadi gangguan perkembangan.
9.  Dignosis
Disamping dari pemeriksaan fisik,gambaran klinik yang samar-samar maupun yang khas,kepastian diagnosis Hidrosefalus dapat ditegakan dengan menggunakan alat-alat radiologi yang canggih.CT scan dan MRI dapat memastikan diagnosis Hidrosefalus dalam waktu yang relatif singkat.CT scan merupakan cara yang aman dan dapat diandalkan untuk membedakan Hidrosefalus dari penyakit lain yang juga menyebabkan pembesaran kepala abnormal,serta untuk identifikasi tempat obstruksi aliran CSS (Darsono,2005)
10. Pertumbuhan lingkar kepala normal usia 1 bulan – 5 tahun

No
Umur
Lingkar kepala
1
1 bulan

2
2 bulan
35 – 41 cm
3
3 bulan
37 – 43 cm
4
4 bulan
38 – 44 cm
5
5 bulan
39 – 45 cm
6
6 bulan
40 – 46 cm
7
7 bulan
40,5 – 46,5 cm
8
8 bulan
41,5 – 47,5 cm
9
9 bulan
42 – 48 cm
10
10 bulan
42,5 – 48,5 cm
11
11 bulan
43 – 49 cm
12
12 bulan
43,5 – 49,5 cm
13
15 bulan
44 – 50 cm
14
1,5 tahun
44,5 – 50,5 cm
15
2 tahun
45 – 51 cm
16
2,5 tahun
45,5 – 52,5 cm
17
3 tahun
46 – 53 cm
18
3,5 tahun
46,5 – 53,5 cm
19
4 tahun
47 – 53,8 cm
20
4,5 tahun
47,5 – 53,8 cm
21
5 tahun
47,8 – 54 cm

11. Diagnosis banding
               kepala dapat terjadi pada hidrosefalus,makrosefali,tumor otak,abses otak,granoloma intrakranial,dan hematoma subdural perinatal,hidranesefali.hal-hal tersebut dijumpai terutama pada bayi dan anak-anak berumur kurang dari 6 tahun.
12. Prognosis
            Hidrosefalus yang tidak diterapi akan menimbulkan gejala sisa,gangguan neurologis serta kecerdasan.Dari kelompok yang tidak diterapi,50-70% akan meninggal karna penyakitnya sendiri atau akibat infeksi berulang,atau oleh karena aspirasi pneunomia.namun bila prosesnya berhenti(arrestd hidrocepalus) sekitar 40% anak akan mencapai kecerdasan yang normal(Allan H.Ropper,2005)
            Pada kelompok yang dioperasi,angka kematian 7%.setelah operasi sekitar 51% kasus mencapai fungsi normal dan sekitar 16% mengalami retardasi mental ringan.adlah penting sekali anak Hirosefalus mendapat tindak lanjut jangka panjang dengan kelompok multidiosipliner (Darsono,2005)
























DAFTAR PUSTAKA

1.    Muslihatun wafi nur.2010.asuhan neonatus bayi dan balita.cetakkan pertama.fitramaya.yogyakarta
2.    DrsMed. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2009
3.    Darsono,2005
4.    askeb-hidrocepalus.06/04/2011